Jayapura Suara Berita Publik.Com – Menjelang Pilkada Serentak pada 27 November 2024, situasi politik di Kota Jayapura semakin memanas dengan munculnya dugaan praktik politik uang atau belanja suara di kalangan sejumlah kandidat calon wali kota. Dikhawatirkan, hal ini akan memicu serangan fajar di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada hari pencoblosan,”Kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Rakyat Cinta Indonesia ( DPD Gercin Indonesia ) Provinsi Papua Menase dam ST di jayapura senin 18 November 2024

Udam, menjelasakan bahwa, Untuk mengantisipasi praktik tersebut, maka Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (DPD Gercin Indonesia ) Provinsi Papua menginisiasi sebuah langkah unik dan penuh inovasi. Untuk menggelar sayembara anti-politik uang berhadiah uang tunai sebesar 10 juta rupiah.
Barang Siapa Yang Menerima Politik Uang Atau Serangan Fajar Pada Saat Pencoblosan Pilkada 27 November 2024 Yang Di Berikan Oleh Kandidat Tertentu
Silakan Melaporkanya Kepada Kami Di Nomor 081282718039,0881038374641
Bagi masyarakat Kota Jayapura Bisa Melaporkan nya Dengan Bukti Bukti Pendukung Yang Jelas Berupa video Dan Foto Dan Akan Mendapatkan Uang Tunia Rp 10 Juta Rupiah Jelasnya
Udam, menegaskan bahwa sayembara ini bertujuan untuk mengajak masyarakat aktif berpartisipasi dalam menjaga integritas pemilu di Kota Jayapura. “Kami ingin memastikan bahwa proses demokrasi berjalan bersih dan adil. Dengan sayembara ini, kami berharap dapat menekan praktek politik uang yang dapat merusak kualitas Pilkada,” ujar Udam
Sayembara ini mengajak masyarakat untuk melaporkan atau mengungkapkan informasi terkait praktik politik uang yang terjadi di lingkungan sekitar mereka selama masa kampanye dan hari pencoblosan. Sebagai penghargaan, Gercin Indonesia akan memberikan hadiah 10 juta rupiah kepada individu atau kelompok yang dapat memberikan bukti kuat terkait pelanggaran tersebu
Selain itu, Gercin Indonesia juga mengimbau kepada seluruh calon pemilih untuk tetap menjaga prinsip demokrasi dan tidak mudah terjebak dalam tawaran politik uang yang bisa merugikan masa depan Kota Jayapura. “Pilkada harus menjadi sarana untuk memilih pemimpin yang terbaik, bukan yang membeli suara,” tambah Menase Udam.
Dengan langkah ini, Gercin Indonesia berharap dapat menciptakan Pilkada yang bersih dan bebas dari pengaruh politik uang, serta memastikan bahwa suara rakyat benar-benar dihargai dan digunakan untuk kemajuan Kota Jayapura.




