Jayapura Suara Berita Publik.Com –Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Papua ( ICP) , Jack Edward Hababuk, SH MH MM mengingatkan agar Penjabat (PJ) Walikota Jayapura, Lukas Christian Sohilait, ST Msi., tidak terlibat dalam manuver politik yang dapat merusak proses demokrasi di Papua. Pernyataan tersebut dilontarkan setelah terungkap dugaan bahwa PJ Walikota Jayapura terlibat dalam fasilitasi aksi demo Save Pj Walikota Jayapura yang digelar di depan kantor Gubenur Papua dan Bawaslu Papua. Senin, 11 November 2024.oleh Aliansi Masyarakat Papua Bersatu Peduli Damai (AMPBPD)

Menurut Jack Edward Hababuk, aksi demo tersebut diduga sebagai bagian dari upaya politik untuk mengalihkan perhatian dari masalah hukum yang kini tengah dihadapi oleh PJ walikota Jayapura Lukas Christian Sohilait, ST Msi. “Ini bukan hanya soal demokrasi, tetapi juga mengenai integritas pemerintahan yang seharusnya berfokus pada pelayanan publik, bukan permainan politik,” kata Hababuk di Jayapura selasa 12 November 2024
Hababuk juga menegaskan bahwa tindakan ini berpotensi menjadi alibi untuk menutupi masalah hukum yang tengah membelit PJ Walikota Jayapura. Lebih lanjut, Hababuk menyatakan bahwa Lukas Christian Sohilait, ST Msi.tengah mencari ‘kambing hitam’ di level pemerintahan bawah, seperti Kepala Kelurahan dan Kepala Distrik, yang diduga telah merekam dan memviralkan arahan Solait secara ilegal.
“Jangan sampai manuver politik ini justru memperburuk keadaan dan merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Kami mendesak agar kasus ini diselesaikan secara transparan tanpa melibatkan praktik politik yang merugikan banyak pihak,” tutup Jack Edward Hababuk.
Pernyataan ini semakin memperkuat tekanan terhadap PJ Walikota Jayapura untuk segera memberikan klarifikasi terkait dugaan keterlibatannya dalam manuver politik tersebut dan memastikan proses hukum berjalan dengan adil dan transparan.




