Rayakan 71 Tahun Pelayanan, GKI Paulus Dok V Dapat Dukungan dan Kehadiran Gubernur Papua MDF

Jayapura – Ketua Klasis GKI Port Numbay, Andris Welfianus Tjoe menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri, yang telah menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Jemaat GKI Paulus Dok V di Kota Jayapura, Rabu (31/3/2026).

Dalam sambutannya, Pdt Andris mengatakan kehadiran Gubernur Papua menjadi bentuk perhatian dan kedekatan pemerintah daerah dengan kehidupan pelayanan gereja di Tanah Papua. Ia menegaskan bahwa Gubernur MDF juga merupakan bagian dari keluarga besar Jemaat GKI Paulus Dok V.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Papua yang telah hadir bersama jemaat dalam perayaan HUT ke-71 ini. Kehadiran beliau menjadi sukacita tersendiri karena beliau juga bagian dari keluarga besar jemaat GKI Paulus Dok V,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Pdt Andris mengajak seluruh jemaat untuk terlebih dahulu memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan atas kasih dan penyertaan-Nya sehingga jemaat dapat merayakan perjalanan panjang pelayanan selama 71 tahun.

Menurutnya, usia 71 tahun bukanlah waktu yang singkat. Perjalanan panjang tersebut dilalui dengan berbagai pergumulan, doa, air mata, namun juga penuh dengan mujizat serta kesetiaan Tuhan dari generasi ke generasi.

“Selama 71 tahun Tuhan telah menuntun jemaat ini untuk terus bertumbuh, bukan hanya dalam jumlah, tetapi juga dalam iman, pelayanan, dan kesaksian hidup di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menyoroti tema perayaan tahun ini yakni “Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja, Mewujudkan Keadilan, Perdamaian dan Kesejahteraan.” Menurutnya, tema tersebut mengandung panggilan yang sangat dalam dan bersifat profetis bagi gereja di Tanah Papua.

Pdt Andris menegaskan bahwa kasih Kristus tidak hanya untuk dirasakan, tetapi harus menjadi kekuatan yang menggerakkan gereja untuk hidup mandiri dalam iman, pelayanan, serta kesaksian di tengah dunia.

“Gereja yang mandiri bukan berarti berjalan sendiri, tetapi gereja yang sepenuhnya bergantung kepada Tuhan dan tetap bertanggung jawab menjalankan panggilannya di tengah masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut ia mengingatkan bahwa iman yang hidup harus terlihat dalam tindakan nyata, seperti menghadirkan kepedulian bagi mereka yang lemah, berdiri bagi yang tertindas, menjadi suara bagi yang tidak bersuara, serta membawa damai di tengah konflik kehidupan.

“Gereja tidak boleh hanya berdiri megah sebagai bangunan, tetapi harus hidup sebagai tubuh Kristus yang bergerak di tengah umat dan masyarakat,” tegasnya.

Dalam konteks kehidupan masyarakat Papua saat ini yang menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi dan kemanusiaan, gereja dipanggil untuk menjadi alat keadilan, pembawa damai, serta sumber kesejahteraan bagi semua orang.

Sebagai Ketua Klasis GKI Port Numbay, ia mengajak seluruh warga jemaat GKI Paulus Dok V untuk tidak hanya merayakan usia gereja, tetapi juga memperbaharui komitmen iman dan pelayanan.

“Mari kita tidak hanya mengenang sejarah, tetapi menulis sejarah baru dengan iman yang hidup. Teruslah menjadi gereja yang kuat dalam iman, dewasa dalam pelayanan, nyata dalam kepedulian, dan setia dalam panggilan Tuhan,” ujarnya.

Ia pun menutup sambutannya dengan menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh jemaat GKI Paulus Dok V Jayapura.

“Selamat ulang tahun ke-71 bagi Jemaat GKI Paulus Dok V Jayapura. Tuhan yang telah memulai pekerjaan baik di jemaat ini, Dia juga yang akan menyempurnakannya. Kiranya kasih Kristus terus menyala, gereja terus bergerak, dan kemuliaan Tuhan dinyatakan di Tanah Papua,” tutupnya. ( Penulis Hengky Bagre/Editor Jamaludin/Vio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *